ILOVEBANTEN.COM, LEBAK – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, kembali mengeluarkan dana pribadi untuk membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebak.
Kali ini, politisi tersebut membiayai pembangunan jalan beton di kawasan Tanjakan Cikeusik, Desa Cipeucang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Proses pembangunan jalan itu berlangsung dengan semangat gotong royong. Sejak pagi hari, puluhan warga turun langsung ke lokasi untuk membantu pengecoran jalan bersama-sama.
Jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 40 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan beton mencapai 15 sentimeter. Pengecoran menggunakan beton mutu K-250 dengan kebutuhan material sekitar 18 meter kubik.
Musa Weliansyah mengatakan pembangunan tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih baik.
“Jalan ini panjangnya sekitar 40 meter, lebarnya 3 meter, dengan ketebalan beton 15 sentimeter. Kami menggunakan beton mutu K-250 sebanyak kurang lebih 18 kubik,” kata Musa Weliansyah, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan di Desa Cipeucang bukan kali pertama dilakukan menggunakan dana pribadi.
Ia mengaku sebelumnya telah melakukan hal serupa di desa lain dengan volume pekerjaan yang hampir sama.
“Ini bukan satu-satunya desa. Kemarin di desa lain kami juga membangun jalan menggunakan sekitar 18 kubik beton dan semuanya menggunakan dana pribadi,” ujarnya.
Musa menuturkan, pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia berharap jalan yang dibangun dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat melintasi Tanjakan Cikeusik.
“Semoga jalan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan membuat akses warga menjadi lebih baik,” ucapnya.
Selain pembangunan jalan, Musa juga mengapresiasi tingginya semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Cipeucang.
Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan terlihat bahu-membahu membantu proses pengecoran, mulai dari menyiapkan material hingga meratakan beton.
Menurut Musa, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Kebersamaan antara warga dan wakil rakyat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dapat terwujud melalui kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan rampungnya pembangunan jalan beton di Tanjakan Cikeusik, akses masyarakat di Desa Cipeucang diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi maupun sosial warga.


