ILOVEBANTEN.COM, SERANG — Suasana haru dan penuh rasa nasionalisme menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Rabu (5/8/2026).
Dua orang narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus tindak pidana terorisme, secara resmi mengikrarkan diri kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi pengucapan ikrar tersebut berlangsung secara khidmat di dalam kompleks Lapas Kelas IIA Serang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari upaya pembinaan kepribadian serta penguatan wawasan kebangsaan bagi para warga binaan.
Dalam momen krusial tersebut, kedua narapidana teroris (napiter) secara tegas menyatakan komitmennya untuk melepaskan ideologi sebelumnya.
Mereka berjanji untuk menjunjung tinggi Pancasila, kembali setia kepada NKRI, serta tunduk dan mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Ikrar Setia NKRI ini menjadi wujud komitmen untuk kembali kepada nilai-nilai kebangsaan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Stiven dalam keterangannya, Kamis.
Ia mengatakan, Lapas Kelas IIA Serang terus berupaya menghadirkan program pembinaan berkelanjutan yang berfokus pada pembentukan karakter, penyadaran diri, serta perubahan sikap mental para warga binaan agar dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Momentum menjelang HUT RI ke-81 ini diharapkan menjadi titik balik berharga bagi kedua warga binaan tersebut.
Nilai-nilai nasionalisme dan kesadaran berbangsa yang diserap selama proses pembinaan diharapkan dapat tertanam kuat di dalam diri mereka.
Melalui keberhasilan ikrar ini, pihak Lapas berharap kedua warga binaan tidak hanya menunjukkan perubahan positif selama menjalani sisa masa pidana di dalam lapas, tetapi juga siap dan mampu berintegrasi secara sehat saat nantinya kembali ke tengah-tengah masyarakat.
“Lapas Kelas IIA Serang menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan sistem pemasyarakatan yang humanis, terarah, dan berkesinambungan guna mendukung terciptanya tatanan pemasyarakatan yang semakin maju dan berdampak positif bagi keutuhan bangsa,” tukas Riko.

